Tag Archives: putaw

Mari mengenal narkotika!


Apa itu narkoba?

Narkoba (narkotika dan obat-obatan berbahaya). Di Indonesia, narkoba memiliki nama lain NAPZA (Narkotika, Psikontropika dan Zat Adiktif).
Sebenarnya, narkoba merupakan jenis obat-obatan yang biasanya dipakai dokter untuk membius pasien saat akan dilakukan operasi atau obat-obatan yang digunakan untuk proses penyembuhan penyakit tertentu, akan tetapi beberapa kalangan menggunakan obat-obatan tersebut dengan tujuan yang tidak baik, sehingga menimbulkan efek bahwa obat-obatan yang digunakan untuk medis tersebut menjadi obat-obatan yang terlarang.

Sudah tahu jenis-jenis narkoba?
Narkoba ada banyak jenisnya, jadi bukan hanya yang seperti ganja, sabu-sabu dsb. Berikut ini adalah pengelompokkan narkoba berdasarkan efeknya :

  1. Halusinogen
    Pengguna narkoba jenis ini memiliki halusinasi yang kuat  pada saat melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata. Contoh narkoba yang meberi efek seperti ini adalah kokain dan LSD.
  2. Stimulan
    Efeknya mempercepat kerja jantung dan otak lebih dari biasanya. Pengguna narkoba jenis ini akan memiliki tenaga extra. Efek lainnya adalah si pengguna merasa lebih senang dan gembira untuk sementara waktu.
  3. Depresan
    Jenis narkoba ini memiliki sistem kerja dengan cara menekan sistem saraf pusat serta mengurangi aktifitas fungsional tubuh. Pengguna narkoba jenis ini akan merasakan efek tenang, tertidur / pingsan. Contoh Depresan adalah putaw.
  4. Adiktif
    Mengakibatkan pemakai memiliki sifat yang pasif, karena kandungan zat yang ada dalam narkoba yang tergolong jenis ini dapat memutuskan saraf otak. Mereka biasanya akan mengalami kecanduan. Pengguna biasanya akan selalu ingin dan ingin lagi mengkonsumsi narkoba jenis ini. Contohnya : ganja, heroin, putaw.

NArkotika (NApza)
Narkotika adalah zat sintetis maupun semi sintetis yang dihasilkan tanaman atau lainnya yang dapat berdampak pada penurunan atau perubahan kesadaran dan hilangnya rasa nyeri. Zat ini dapat menimbulkan ketergantungan pada penggunanya.
Adapun jenis-jenis narkotika adalah :

Morfin
Morfin berasal dari kata morpheus ( dewa mimpi ) adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat yang ditemukan pada opium. Zat ini bekerja langsung pada sistem saraf pusat sebagai penghilang rasa sakit.

Cara penggunaannya :
Disuntikkan ke otot atau pembuluh darah.

morfin

Morfin

morfin_

Cara konsumsi Morfin

 

Heroin / Putaw
Heroin dihasilkan dari pengolahan morfin secara kimiawi. Akan tetapi, reaksi yang ditimbulkan heroin menjadi lebih kuat dari pada morfin itu sendiri, sehingga mengakibatkan zat ini sangat mudah menembus ke otak.

Cara penggunaannya :
Disuntikkan ke anggota tubuh ataupun bisa juga dengan cara dihisap.

Heroin

Heroin

 

Ganja / Kanabis / Marijuana
Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya yang menghasilkan serat, kandungan zat narkotika terdapat pada bijinya. Narkotika ini dapat membuat si pemakai mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).

Tumbuhan ini telah dikenal manusia sejak lama, seratnya digunakan sebagai bahan pembuat kantung, dan bijinya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan minyak.

Awalnya, tanaman ini hanya ditemukan di negara-negara beriklim tropis. Namun belakangan ini, di negara-negara beriklim dingin pun telah banyak membudidayakan tanaman ini, yaitu dengan cara dikembangkan di rumah kaca.

Cara penggunaanya :
Dipadatkan menyerupai rokok lalu dihisap.

Marijuana

Marijuana

Marijuana siap pakai

Marijuana siap pakai

 

Kokain
Kokain merupakan berasal dari tanaman Erythroxylon coca di Amerika Selatan. Biasanya daun tanaman ini dimanfaatkan untuk mendapatkan efek stimulan, yaitu dengan cara dikunyah. Kokain dapat memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.

Cara penggunaannya :
Dihirup atau sebagai bahan campuran rokok.

Kokain

Kokain

 

LSD atau Lysergic Acid / Acid / Trips / Tabs
LSD (Lysergic Acid Diethylamide), jenis narkotika yang tergolong halusinogen. Biasanya berbentuk lembaran kertas kecil, kapsul, atau pil.

Cara penggunaannya:
Diletakkan di lidah. Narkotika ini akan bereaksi setelah 30 s/d 60 menit kemudian, dan akan berakhir efeknya setelah 8 hingga 12 jam.

Lysergic Acid Diethylamide

Lysergic Acid Diethylamide

 

Opiat / Opium
Zat berbentuk bubuk yang dihasilkan oleh tanaman yang bernama papaver somniferum. Kandungan morfin dalam bubuk ini biasa digunakan untuk menghilangkan rasa sakit.

Cara Penggunaannya :
Penggunaan opiat adalah dengan cara dihisap.

Opium

Opium

 

Kodein (Codeine)
Sejenis obat batuk yang biasa digunakan / diresepkan oleh dokter, namun obat ini memiliki efek ketergantungan bagi si pengguna.

Cara penggunaannya :
Kodein merupakan hasil proses dari metilasi morfin. Cara penggunaannya dengan jalan dihisap.

Codeine

Codeine

 

Metadon (Methadone)
Seperti heroin, akan tetapi biasanya sudah berbentuk obat-obatan.

Cara penggunaannya :
Seperti mengkonsumsi obat, bisa diminum atau langsung ditelan

Methadone

Methadone

 

Barbiturat (Barbiturate)
Biasa digunakan sebagai obat tidur. Cara kerjanya mempengaruhi sistem syaraf.  Efek dari mengkonsumsi barbiturat dapat terlihat 3 hingga 6 jam.

Cara penggunaannya :
Karena bentuknya sudah menjadi obat-obatan, maka cara konsumsinya seperti mengkonsumsi obat-obatan (langsung telan)

Barbiturate

Barbiturate

Sebenarnya masih banyak lagi dari Napza, karena yang baru dibahas mimin Narkotikanya aja hehe.
Untuk lengkapnya bisa lihat di link ini

Dengan mengenal narkotika seperti diatas, mungkin sekarang kita jadi lebih tahu mengenai narkotika yang sebenarnya tidak disangka bahwa masuk kedalam kategori narkoba.
Mulai sekarang lebih hati-hati dan harus peka terhadap hal ini ya! Happiness without drugs! 😀

 

Sumber : http://halosehat.com/farmasi/aditif/20-jenis-jenis-narkoba-gambar-efek-dampak-dan-pengertiannya